Cintaku Berulang Tahun!

Aku cinta Indonesia. Walaupun berpenduduk muslim terbesar di dunia, dia bukan negara Islam. Dia tidak egois.

Aku cinta Indonesia. Jutaan budayanya membuat kita harus membelikan oleh-oleh jika pergi ke daerah lain. Dia kreatif.

Aku cinta Indonesia. Makanannya #1 di dunia. Beragam dan lezat! Dia jago masak!

Aku cinta Indonesia. Selera humornya membuatku sakit perut gembira. Dia berselera humor tinggi!

Aku cinta Indonesia. Alamnya indah dan penuh manfaat. Dia kaya raya.

Aku lahir disini, di Indonesia. Kelebihannya adalah anugrahku, kekurangannya adalah kewajibanku. Selamat ulang tahun ke-65 Indonesiaku sayang!

Apa Itu Redenominasi Rupiah?

Wacana redenominasi rupiah ini sangat baik, namun disambut masyarakat dengan sinis. Banyak yang mengira redenominasi sama saja dengan sanering. Padahal jauh berbeda. Ini sebabnya masyarakat, khususnya pedagang, menolak keras redenominasi. Wajar karena masyarakat tidak tahu apa itu redenominasi.

Redenominasi tentu penggabungan kata "re" dan "denominasi," dimana "re" artinya "pengulangan" sementara "denominasi" artinya "pecahan mata uang yang diterbitkan." Saat ini di Indonesia, denominasi rupiah antara lain Rp. 100.000,- Rp. 50.000,- Rp. 20.000,- dan seterusnya, namun tidak ada denominasi rupiah Rp. 30.000,- Maka arti redenominasi rupiah adalah pengulangan penerbitan pecahan rupiah. Misal dari Rp. 100.000,- menjadi Rp. 100,- dengan catatan nilai tukar uang itu tetap sama. Misal, handphone seharga 3 juta menjadi 3 ribu, tetapi nilai 3 ribu itu tetap setara dengan 3 juta. Ini juga membuat gaji kita berubah dari 5 juta menjadi 5 ribu, dengan nilai yang sama pula. Biasanya redenominasi terjadi jika nominal pecahan suatu mata uang  sudah terlalu tinggi. Saat ini Indonesia adalah negara yang memiliki denominasi tertinggi ke-3 di dunia, yaitu Rp. 100.000,-

Pelaksanaan redenominasi jelas hanya bisa dilakukan di negara dengan ekonomi stabil. Jika ekonominya labil, tentu perubahan nominal pecahan mata uangnya akan sulit. Misal, saat akan meredenominasi 100 ribu rupiah menjadi 100 rupiah, ternyata nilai mata uang itu merosot, sehingga nilai 100 ribu tidak lagi sama dengan semula. Tentu akan repot bukan? Selain itu, redenominasi rupiah membutuhkan waktu yang lama. Dahulu berita kemerdekaan Indonesia 1945 saja tidak langsung tersebar dari Sabang sampai Merauke. Bahkan banyak wilayah Indonesia yang baru tahu Indonesia merdeka bertahun-tahun setelah merdeka. Inilah mengapa redenominasi juga perlu waktu sosialisasi yang cukup lama kira-kira 10 tahun, agar masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke mengetahui dan terbiasa dengan pecahan rupiah baru.

Banyak yang bertanya, apa manfaat redenominasi? Salah satu manfaat yang mudah dipahami dari redenominasi adalah untuk mendorong efisiensi dalam pencatatan pembukuan maupun dalam transaksi sehari-hari. Pernahkah anda melakukan perhitungan keuangan dengan kalkulator namun anda sederhanakan (tanpa menyertakan nol di belakangnya) agar lebih efisien? Misal, anda ingin menghitung: 3.000.000 + 4.500.000 + 17.000.000, saat anda akan menghitungnya di kalkulator, pasti anda menghilangkan nol-nol itu menjadi: 3 + 4.5 + 17 kan?

Maka dari penjelasan di atas, redenominasi ini berbeda dengan sanering. Berikut perbedaannya:

  1. Pelaksanaan redenominasi hanya dapat dilakukan di perekonomian stabil,  sementara sanering terjadi saat negara itu sedang mengalami hiperinflasi (perekonomian labil).
  2. Pada redenominasi ada sosialisasi minimal 10 tahun, sementara sanering terjadi tiba-tiba (tanpa sosialisasi).
  3. Redenominasi hanya menurunkan nominal pecahan mata uang, sehingga daya beli uang itu tetap sama. Sementara pada sanering, nominal dan nilai mata uang diturunkan tanpa menurunkan harga barang dan jasa, sehingga daya beli uang itu menurun. Misal, ita memiliki 3 juta, yang biasanya dapat untuk membeli handphone berkamera, setelah sanering, 3 juta tidak lagi dapat untuk membeli handphone berkamera.

Itulah definisi, manfaat, dan perbedaan redenominasi dengan sanering. Semoga bermanfaat dan masyarakat tidak lagi sinis menanggapinya. :)

Debating With Bambang Soesatyo

Bambang Soesatyo, anggota DPR Fraksi Golkar.

Jika ada yang ketinggalan bagaimana awal mula perdebatan saya dengan Bambang Soesatyo, ini archieve-nya. Dalam bentuk print screen ya :)

Bermula dari kritikan teman saya yang bernama Henry kepada Bambang Soesatyo:

Saya heran dan geram membaca di atas itu. Heran karena dengan kalimat Bambang, "lebih murah bayar anda dan Wilmar" berarti beliau membenarkan beliau dibayar murah oleh Bakrie? Dan sayapun geram, wakil rakyat menghina rakyatnya? Maka saya tweet beliau:

Lalu perdebatan dimulai. Yang berwarna biru itu dari Bambang Soesatyo, yang pink itu saya. Ada beberapa yang sengaja waktunya saya lompat-lompatkan, agar pembicaraan menjadi nyambung dan pembaca tidak bingung.

Tadi beliau mengatakan Indonesia membayar hutang dari APBN, sekarang mengatakan dari WB. Duh.

Lalu ada kasus penyerangan Israel terhadap Freedom Flotilla. Saya lupa perdebatan dengan beliau. Yang saya ingat, sudah berbulan-bulan saya bertanya sesuatu kepada beliau tapi tidak pernah dijawab, sehingga saya reply ini:

Selesai. Setelah itu tidak ada lagi jawaban dari beliau.

Cerita Sahabat Almarhum Munir

Three Musketeers: Rachland Nashidik, Munir Said Thalib, Rusdi Marpaung.

Hari ini saya diberi link oleh Oom Rachland Nashidik (@ranabaja) cerita tentang almarhum sahabatnya, Munir. Saya sangat terharu dan sedih hingga akhirnya menangis saat membaca cerita ini :(

Cerita ini semoga membuat kita tidak lupa bahwa kita pernah memiliki tokoh HAM besar yang hebat dan langka, yang dibunuh namun kasusnya tak pernah terungkap. Dengan ini saya ingin membagikan spirit agar kita semua menolak lupa dan memiliki jiwa seperti almarhum aktivis HAM kita tersebut.

Berikut ceritanya...

PANGGILAN telepon itu dari Todung Mulya Lubis, Ketua Badan Pendiri Imparsial. Siang itu, Selasa (7/9), saya ada di Manado, dan telah duduk bersama pembicara lain dalam diskusi publik mengenai RUU TNI. Namun, setelah telepon genggam saya kembali bergetar untuk ketiga kalinya, dengan berbisik saya menerimanya.

Di ujung, suara Bang Mulya serak dan setengah berteriak: "Munir meninggal! Munir kita!" Selanjutnya hanya ada saya dan berita duka yang mencabik-cabik itu. Saya keluar dari ruangan dan duduk menyendiri. Tak mau ditemui orang.

Saya mengenal Munir sejak tahun 1994 dan menjadi amat akrab dalam empat tahun terakhir ini. Praktis tiap hari saya bertemu, bekerja, berdebat, atau sekadar ngobrol dan bercanda dengannya sambil minum kopi di halaman belakang kantor kami. Sebenarnya, ia bukan peminum kopi. Ia juga sudah lama berhenti merokok. Namun, manakala sedang merasa amat penat, ia memesan kopi tanpa gula dan sesekali merokok. Saya katakan padanya, satu-satunya kesamaan dia dengan sahabat saya lainnya, Hendardi, adalah mereka sama-sama suka kopi tanpa gula.

Munir adalah tokoh besar dengan reputasi internasional yang amat bersahaja. Kurang dari setahun ini, ia baru memiliki mobil: Toyota Mark II tahun 80-an warna putih, yang ia beli secara mencicil. Sebenarnya, saya dan Ucok Marpaung berusaha agar kantor bisa membeli "mobil dinas" untuknya. Namun, ia berkeras membeli mobil sendiri.

Ia bangga dengan mobil itu, tepatnya pada perangkat CD dan sound system di dalamnya yang ia beli di Bekasi. Tiap kali saya ikut dalam mobilnya, hal pertama yang ia lakukan adalah meraih remote control dan menyetel musik, sering kali keras-keras: U2, Scorpion, Leon Hainess Band, The Bread, Genesis, Metallica, Incognito dan juga Bethoven. "Mobilku tua tetapi di dalamnya aku bisa tidur sambil mendengar musik," katanya. Bagi saya, itu adalah caranya untuk mensyukuri apa yang ia punya.

Sebelumnya, dari rumah kontrakannya di Bekasi ke kantor kami di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, tiap hari Munir naik sepeda motor bebek. Tiap kali tiba di kantor, ia kelihatan amat lelah, meski tak pernah kelihatan tak bersemangat.

Motor berpelat "N" itu adalah miliknya yang kedua. Motor pertama sempat hilang, namun ketika malingnya tahu motor itu milik Munir, motor itu dikembalikan. Beberapa bulan kemudian motor yang sama dicuri lagi dan tak pernah kembali. "Pasti maling yang ini lebih miskin dari yang sebelumnya," komentarnya sambil tertawa. Realistis tanpa kehilangan rasa jenaka. Itulah caranya menerima realitas.

Munir dikenal amat jujur. Bahkan, karena kejujurannya, ia sering amat keras pada diri sendiri. Sebagai penerima Right Livelihood Award, ia berhak atas hadiah ratusan juta rupiah. Apa yang dilakukan? "Aku dikenal orang karena penderitaan korban pelanggaran hak asasi manusia," katanya. "Jadi, aku serahkan uang itu pada KontraS agar bisa terus membela para korban. Aku minta sedikit saja. Biar aku bisa punya rumah sendiri di Malang."

Suatu hari di tahun 2003 ia harus dirawat karena ginjalnya membengkak. Awalnya ia tidak bersedia dirawat di rumah sakit, namun akhirnya mengalah dan memilih masuk kamar kelas 2. "Yang penting perawatan dan dokternya," katanya. Saya berkeras memindahkannya ke VIP agar dia bisa beristirahat sendiri di kamar. Dia menolak dan hanya setuju setelah saya ingatkan, tamu-tamu yang menjenguknya terlalu banyak dan mengganggu pasien lain. Saya katakan juga, sebagai orang sakit, tugasnya hanya segera sembuh. "Urusan lain adalah tugas orang yang sembuh."

Namun, dalam keharusannya untuk beristirahat pun, ia masih bekerja. Suatu malam Bang Mulya menghubungi saya dan menggerutu. "Munir itu membawa laptop ke rumah sakit. Bagaimana dia mau istirahat?" Saya datang malam itu juga dan mengambil laptop yang sedang ia gunakan. Ia diam saja. Namun, belakangan saya dengar dari Suci, istrinya, komentarnya tentang saya, "Aku sekarang punya istri kedua...".

SEKARANG Munir telah mendahului kita, namun ia sebenarnya tak pernah benar-benar pergi. Dari kesederhanaannya ia telah mewariskan sesuatu yang amat berharga.

He is a truly committed human rights defender. Namun, meski tidak sempat ia selesaikan, Munir juga seorang human rights thinker. Ia bergerak melengkapi dirinya dari seorang aktivis menjadi seorang pemikir. Ia tidak berhenti membaca buku, menulis, dan berdebat. Namun, ketajaman dan orisinalitas gagasannya yang sering mengejutkan, justru ia dapatkan dari pergelutannya yang menantang risiko dengan kasus-kasus pelanggaran hak-hak asasi manusia.

Munir memberi kita, kepada Indonesia, sebuah standar pencapaian dalam bekerja mempromosikan dan melindungi hak-hak asasi manusia. Mulai sekarang, setiap kali orang membayangkan sosok ideal seorang human rights defender di Indonesia, orang akan selalu merujuk dan membandingkannya dengan Munir. Mulai sekarang, kita semua, tiap orang Indonesia, tak akan meminta kurang dari apa yang telah diberikan Munir.

Sering orang mulai menghargai sesuatu manakala ia telah kehilangan. Itu benar tentang relasi saya dengan Munir. Bagi saya, selama ini ia adalah seorang rekan kerja, sekutu dalam keyakinan, direktur eksekutif Imparsial, my boss. Selama ini, saya memandang dan memperlakukan relasi kami secara rasional, bahkan dalam momen-momen yang seharusnya amat personal. Baru sekarang saya sadar, sebenarnya relasi kami lebih dari itu.

Malam ketika ia berangkat ke Belanda, sesaat sebelum menaiki pesawat, ia mengirim pesan pendek ke telepon genggam saya. Sebuah pesan yang ia kirimkan juga pada Ucok. "Lan, Cok, aku berangkat. Titip kantor, anak, dan istriku."

Seminggu sebelumnya, ia juga mengirim pesan pendek dari tempat kursus bahasa Inggris. "Lan, kau di mana? Aku udah kangen nih." Saya tunjukkan pesan pendek itu pada kawan-kawan sambil tertawa, lalu membalasnya, "Sudah kubilang, aku menolak jadi istri kedua."

Munir adalah sahabat saya. My damn good friend! Saya merasa terhormat, bukan saja karena telah mendapat kesempatan untuk bekerja dengan seorang tokoh muda bereputasi internasional kelahiran Indonesia, a world class human rights defender, namun terutama karena bisa bersahabat dengan seorang pribadi yang santun, jujur, dan amat bersahaja.

Cak, terima kasih!

(KOMPAS, 11 September 2004)

Terima kasih banyak Oom Rachland yang telah membagikan cerita menarik dan inspiring ini.

Rapat Pansus Bank Century Mengundang Kebohongan: Dibyo Prabowo Bunuh Diri

Alm. Prof. Dr. Dibyo Prabowo, M.Sc.

Berita sore ini mengejutkan saya. Dalam rapat Pansus Bank Century, Koordinator Perwakilan Nasabah Bank Century, Z. Siput L. menyatakan Prof. Dr. Dibyo Prabowo, M.Sc. adalah satu dari empat korban bunuh diri atas kejadian skandal Bank Century, karena beliau kehilangan Rp. 16 Milyar akibat skandal tersebut.

Beliau adalah profesor senior yang sudah matang, mengingat usia beliau 69 tahun. Beliau juga telah menghadapi berbagai macam resiko, mengingat beliau adalah seorang ekonom senior. Apakah mungkin beliau bunuh diri hanya karena kasus Bank Century?

Let's flash back.

Salah satu guru besar terbaik Universitas Gadjah Mada sekaligus Rektor Universitas Atmajaya Yogyakarta, Prof. Dr. Dibyo Prabowo, M.Sc. meninggal dunia, pada hari Rabu, 19 Agustus 2009 pukul 15.45 WIB di RS Panti Rapih Yogyakarta. Almarhum wafat dalam usia 69 tahun yang disebabkan oleh serangan jantung. Beliau sudah sempat dirawat selama 10 hari di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta karena sesak napas.
- Dari berbagai sumber

Beliau sudah meninggal sejak pertengahan Agustus tahun lalu, namun baru hari ini saya dan teman-teman saya sesama mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM mendengar gosip miring tersebut yang muncul dari ruang sidang rapat Pansus Bank Century. Padahal saya adalah mantan mahasiswa beliau yang sangat menyukai guyonan beliau di kelas, rumah tinggal sayapun berada di dekat rumah almarhum, dan yang paling tidak masuk akal, lingkungan saya adalah lingkungan UGM, tetapi kenapa baru sekarang saya mendengar berita beliau bunuh diri? Yang saya dan teman-teman tahu dan percaya adalah beliau meninggal karena sudah lama sakit.

Adanya berita ini, ada tiga hal yang sangat mengecewakan saya. Pertama, Bapak Dibyo tidak pantas diberitakan seburuk itu dengan seenaknya. Kalaupun beliau memang dicurigai bunuh diri, hal ini masih belum pasti, sehingga tidak sepatutnya Z. Siput L. menceritakan berita itu kepada publik, seakan-akan berita itu sudah pasti. Apalagi menceritakannya pada rapat negara yang penting dan terbuka untuk publik. Namun jika ternyata Siput tidak mengatakan begitu, maka apakah media informasilah yang terlalu melebih-lebihkan berita?

Kedua, beliau adalah seorang suami, bapak, kakek, saudara, sahabat, rekan kerja, dan dosen, bagi banyak orang termasuk saya. Berita ini sungguh menyakiti hati kami, para orang terdekat beliau. Meninggalnya seseorang yang kami sayangi menjadi berita yang menjijikan: beliau bunuh diri. Apakah itu pantas mengingat berita itu belum valid?

Ketiga, berita bunuh diri ini fitnah atau salah informasi, keduanya keterlaluan. Entah darimana Z. Siput L. mendapatkan informasi ini. Entah kenapa pula Koordinator Perwakilan Nasabah Bank Century itu dengan yakin menceritakan berita ini dalam rapat penting yang ditonton publik dengan bebas itu. Yang jelas, lagi-lagi Anggota Pansus Bank Century telah mendatangkan saksi yang sumber informasinya ngawur. Jika anggota Pansus Bank Century sering mendapat lalu memakai informasi yang salah, bagaimana kita harus mempercayai hasilnya?

Semoga tulisan ini membuat Bapak Dibyo Prabowo lega di atas sana.

Watchmen (Spoiler Inside)

Watchmen sangat sulit dimengerti. Dari awal hingga akhir, film ini memiliki cerita yang sulit ditebak kemana arahnya. Saya butuh menonton berkali-kali untuk memahami detail-detail ceritanya. Namun secara garis besar saya paham betul maknanya dan pada akhirnya film ini memberikan pesan brillian kepada saya --dan tentu saja kepada semua orang termasuk pemerintah.

Ada 3 alasan mengapa film ini saya rasa membosankan dan sulit dimengerti:

1. Penuh dengan kata-kata puitis yang tentu saja menjadi ambigu bagi mereka yang tidak pandai bermain puisi, seperti saya.
2. Perkenalan setiap karakter diceritakan pada tengah-tengah cerita setelah masalah sudah berjalan cukup panjang.
3. Informasi-informasi penting kadang diceritakan bersamaan dengan informasi lain. Seperti saat adegan Dr. Manhattan menghadiri jumpa pers dalam acara televisi, bersamaan dengan itu muncul adegan lain dimana Laurie dan Dan sedang berkelahi dengan perampok jalanan. Walaupun adegan Dr. Manhattan lah yang lebih penting sebagai informasi cerita, namun adegan perkelahian Laurie dan Dan dengan perampok jauh lebih menarik daripada adegan Dr. Manhattan, sehingga penonton menjadi kehilangan informasi cerita yang seharusnya mereka perhatikan.

Tapi terlepas dari itu, saya suka film ini. Seperti pendapat saya sebelumnya, film ini memberikan pesan besar bagi saya dan kita dalam menghadapi masalah persatuan. Pesan besar dalam film ini bagi saya hanya simple saja: bagaimana caranya membuat dunia yang damai?

Membuat dunia ini damai sangatlah sulit dan perlu pengorbanan, namun Alan Moore menunjukkan kepada kita bahwa itu mungkin saja dapat terjadi. Sebuah perdamaian antar kelompok atau negara dimulai dari rasa persatuan antara mereka. Persatuan itu dimulai dari kesamaan nasib dalam menghadapi masalah bersama atau common enemy. Dalam film ini, pada saat dunia akan menghadapi perang (lagi), akhirnya salah satu Watchmen merekayasa dunia ini agar dunia merasa memiliki common enemy, yaitu Dr. Manhattan. Sebenarnya Dr. Manhattan tidak berbuat apapun. Dia hanya seorang super hero yang akhirnya harus mengorbankan namanya karena dibenci oleh seluruh manusia di bumi yang mengira dia adalah common enemy. Dengan munculnya common enemy tersebut, dunia yang pada awalnya berlomba-lomba membuat senjata nuklir untuk berperang mengalahkan satu sama lain, justru membelokkan setir mereka: bersatu saling menolong dan membuat senjata bersama untuk melawan common enemy mereka. Akhirnya dunia pun bersatu dan damai!

Alan Moore juga menunjukkan kepada kita bahwa superhero yang mengandalkan kecerdasan atau bahkan hanya mengandalkan ototnya saja adalah super basi. Dunia lebih membutuhkan mereka yang mau mengorbankan hidup dan nama baik mereka untuk kedamaian dunia. Inilah superhero ideal abad ini.

Yang saya pikirkan sekarang, berarti untuk jaman sekarang, superhero bisa benar-benar ada di dunia nyata kita karena mereka bisa datang dari manapun, dengan gender apapun, walau tidak memiliki otot. Interesting.

Why Dollar?

Saya sering mendapatkan pertanyaan, kenapa mata uang Dollar Amerika bisa menjadi mata uang internasional? Bahkan ada yang menanyakannya di Yahoo Answer. Sayang sekali, menurut saya, yang menjadi jawaban terbaik dalam forum itupun belum sepenuhnya menjelaskan alasannya. Bahkan ada jawaban yang sangat lucu, "hegemoni mas.rekayasa global yang luar biasa,kongkalikong yahudi" He? Apakah sebuah kebencian terhadap suatu ras menyebabkan seseorang begitu bodoh?

Anyway, hari ini saya mendapatkan tugas kuliah Internasional Moneter oleh Ibu Sri Adiningsih, and guess what, saya bertugas menjawab pertanyaan tadi: kenapa mata uang Dollar Amerika bisa menjadi mata uang internasional? Ada beberapa alasan, namun saya mengambil 3 saja. Sebelumnya, bagi yang tidak tertarik mengenai moneter dunia, lebih baik pergi dari sini :P

Mari dimulai. Alasan pertama: sejarah membawa dollar menjadi mata uang internasional.

Setelah Perang Dunia 2, dibuat sebuah perjanjian yaitu Perjanjian Bretton Woods. Ini adalah sebuah perjanjian kesepakatan bersama yaitu menggunakan emas sebagai standar global nilai mata uang dunia. Setelah perang inilah, keadaan ekonomi negara-negara dunia kecuali Amerika Serikat, hancur karena perang. Ini menyebabkan beberapa negara bergantung pada pinjaman yang diberikan oleh Amerika dan dalam bentuk Dollar Amerika. Sebagai jaminan, negara-negara ini menitipkan emasnya kepada Amerika. Fenomena ini menyebabkan Amerika menguasai seluruh emas di dunia. Karena hal ini, Dollar Amerika senilai dengan emas dan menjadi sumber likuiditas perekonomian dunia. Pada saat ini lah mata uang Amerika itu menjadi mata uang internasional.

Alasan kedua: resiko menjadi mata uang internasional

Tidak selalu menjadi mata uang internasional itu memberikan efek positif pada negara yang memiliki mata uang itu, dalam hal ini negara Amerika dengan Dollarnya. Banyak efek negatif yang dapat melanda Amerika saat mata uangnya menjadi mata uang internasional. Beberapa efek negatif menjadi mata uang internasional antara lain: 1. Negara itu harus me-maintain trust, yang menyebabkan negara itu memiliki tugas yang berat untuk dunia. 2. Apabila negara pemilik mata uang internasional tidak dapat me-maintain trust, maka dapat menyebabkan mata uang itu drop secara tiba-tiba. 3. Akan lebih sulit dalam mengontrol likuiditasnya

Alasan ketiga: tidak semua mata uang yang kuat dapat menjadi mata uang internasional

Untuk menjadi mata uang internasional dibutuhkan pemilik yang kuat, dalam hal ini negara yang kuat. Menjadi mata uang yang kuat bukan berarti mampu untuk menjadi mata uang internasional. Ini disebabkan karena negara yang memiliki mata uang itu belum tentu memiliki kestabilan ekonomi dan politik yang baik. Padahal untuk menjadi mata uang internasional, dibutuhkan negara dengan keadaan ekonomi maupun politik yang stabil, karena sebagai mata uang internasional dibutuhkan kepercayaan dari dunia agar dunia menggunakannya.

Sebagai contohnya mata uang dari negara Kuwait, yaitu Dinar. Walaupun saat ini Dinar sebagai salah satu mata uang yang terkuat, namun keadaan Kuwait tidak stabil. Hal ini menyebabkan dunia tidak ingin mempercayakan mata uangnya kepada Dinar Kuwait sebab walaupun mata uang itu terkuat, namun belum tentu dalam jangka panjang akan stabil. Padahal menukarkan mata uang lalu menyimpannya adalah kegiatan jangka panjang, sehingga dibutuhkan kepercayaan yang besar dari dunia. Inilah sebab Dollar Amerika menjadi mata uang yang dipercayai dunia karena kondisi negaranya yang dapat diprediksi akan stabil dalam jangka panjang.

Jadi bukan karena Amerika negara adidaya lalu begitu saja menjadikan mata uangnya mata uang internasional atau bahkan ada kong-kalikong Yahudi.

Thanks to Politikana, Mas Etta, and Uncle Google for the info.

Boys and Girls Big Questions

Big question from most guy in my country: why ugly guy get pretty girl? They discuss about this seriously. They even publish their thoughts on Kaskus. Oh mannnn, do this thing really bother you all? Uglier guy than you get pretty girl and you're not?

Okay, let me answer this big question from you guys: don't be over confidence but be confidence.

1st. You guys are over confidence by saying that other guy are ugly and you deserve the pretty girl better. Please! Did you forget that we need your brain and your sense of humor more than how you look?

2nd. Beside over confidence, you guys aren't confidence enough. If you are confidence with your self, right now you got a lot of girls are waiting for your attention. Being a man with confidence is such a magnet for pretty girls. Need some example? I'll give you. Confidence means never worry to look stupid. Confidence means you say what you want to say. Confidence means never judge others. Confidence means you can solve your problem by your self. Confidence means no one knows what make you sad. Confidence means you are comfortable with what you are wearing. Confidence means never need to think twice to help others. Confidence means enjoy being your self.

Did that already? Good.

Now it's my turn to ask you my big big question: why stupid girl get smart guy?
Answer it, anyone?

Kisah Tragis

Kisah ini terjadi di suatu pagi yang cerah, yaa.. mungkin tidak begitu cerah untuk seorang ayah yang kebetulan memeriksa kamar putrinya. Dia mendapati kamar itu sudah rapi, dengan selembar amplop bertuliskan "Untuk Ayah" di atas kasurnya. Perlahan dia mulai membuka surat itu....

Ayah tercinta,
Aku menulis surat ini dengan perasaan sedih dan sangat menyesal. Saat ayah membaca surat ini, aku telah pergi meninggalkan rumah. Aku pergi bersama kekasihku, dia cowok yang baik. Setelah bertemu dia, ayah juga pasti akan setuju meski dengan tatto2 dan piercing yang melekat di tubuhnya, juga dengan motor bututnya serta rambut gondrongnya. Dia sudah cukup dewasa meskipun belum begitu tua (aku pikir jaman sekarang 42 tahun tidaklah terlalu tua). Dia sangat baik terhadapku, lebih lagi dia ayah dari anak di kandunganku saat ini. Dia memintaku untuk membiarkan anak ini lahir dan kita akan membesarkannya bersama.

Kami akan tinggal berpindah-pindah. Dia punya bisnis perdagangan extasy yang sangat luas. Dia juga telah meyakinkanku bahwa marijuana itu tidak begitu buruk. Kami akan tinggal bersama sampai maut memisahkan kami. Para ahli pengobatan pasti akan menemukan obat untuk AIDS, jadi dia bisa segera sembuh. Aku tahu dia juga punya cewek lain tapi aku percaya dia akan setia padaku dengan cara yang berbeda.

Ayah.. jangan khawatirkan keadaanku. Aku sudah 15 tahun sekarang. Aku bisa menjaga diriku. Salam sayang untuk kalian semua. Oh iya, berikan bonekaku untuk adik, dia sangat menginginkannya.

Masih dengan perasaan terguncang dan tangan gemetaran, sang ayah membaca lembar kedua surat dari putri tercintanya itu...

PS: Ayah... tidak ada satupun dari yang aku tulis di atas itu benar. Aku hanya ingin menunjukkan ada ribuan hal yg lebih mengerikan daripada nilai raportku yg buruk. Kalau ayah sudah menandatangani raportku di atas meja, panggil aku ya... Aku tidak kemana2. Saat ini aku ada di tetangga sebelah…

Diambil oleh si pacarku dari sini.