Ciri Akun Twitter dengan Followers Palsu

Followers palsu adalah followers yang didapatkan bukan karena para pengguna Twitter memang sengaja follow, tetapi karena rekayasa. Pasti banyak dari teman-teman pernah heran, kenapa pemilik akun X yang tak pernah terdengar nama akunnya, bukan dari kalangan seleb, atau organisasi terkenal bisa memiliki followers belasan hingga puluhan ribu?

Sejauh yang saya tau, ada 2 cara yang dapat dipakai dalam merekayasa jumlah followers. Yang pertama menambah followers dengan akun robot alias BOT. Akun BOT ini tak memiliki tuan, karena dibuat sebanyak-banyaknya secara bersamaan oleh seseorang dalam satu waktu. Jika ribuan hingga jutaan akun BOT itu sudah jadi, selanjutnya akun-akun BOT itu dibuat mem-follow suatu akun. Jadilah suatu akun itu terkesan difollow banyak pengguna Twitter. Proses ini mudah sekali, hanya perlu ketelatenan dan kesabaran. Kekurangan merekayasa dengan cara ini adalah setiap pertengahan tahun, pihak Twitter bersih-bersih akun. BOT yang ketahuan oleh Twitter akan dihapus. Sehingga akun yang selama ini di-follow BOT akan keliatan tiba-tiba followers-nya berkurang drastis.

Cara kedua yaitu memaksa akun-akun yang bertuan untuk memfollow suatu akun yang tak dikenal. Pernah kan kita merasa tak pernah memfollow orang tapi tiba-tiba orang ini ada di timeline kita? Saya pernah tiba-tiba memfollow seorang cowok dari Meksiko. Karena saya bingung dia siapa, maka saya unfollow dia. Nah inilah kekurangan merekayasa jumlah followers dengan cara ini, karena jika ada yang sadar memfollow seseorang yang tidak mereka kenal, maka akan di-unfollow. Namun saya tak tau persis bagaimana proses rekayasa dengan cara ini.

Postingan ini bukan untuk mengajari cara merekayasa jumlah followers, tetapi share cara mudah mengidentifikasi akun yang merekayasa jumlah followers-nya. Karena saya hanya tau cara merekayasa jumlah followers dengan BOT, maka saya hanya bisa share cara mengidentifikasi followers BOT. Berikut salah ssatu akun yang saya yakini 16,000-an followers-nya BOT. Tak perlu saya sebutkan siapa, namun saya hanya mengambil beberapa contoh followers-nya:

Ada lagi sebuah akun anonim yang lumayan sedang naik daun tetapi 13,000-an followers-nya BOT. Ini contoh followers-nya:

Bagaimana mengetahui followers di atas adalah palsu alias BOT?

  1. Followers selalu orang asing.
  2. Jika dibuka timeline followers-nya, semuanya memiliki jumlah tweets 0.
  3. Jika dibuka profile followers-nya (seperti pada Uber Social), akan ada info tanggal pembuatan akun tersebut, dan semua akun di atas dibuat pada tanggal yang sama. Seperti ini:
  4. Followers model ini selalu berturut-turut dan tak ada followers asli di antara mereka. Jadi followers BOT selalu tak terpisahkan satu sama lain.
  5. Biasanya setiap pertengahan tahun, akun ber-followers BOT banyak di-unfollow followersnya.
  6. Perlu diingat, kadang akun ber-followers BOT tidak ketahuan karena sudah tertutupi dengan followers baru yang asli. Jika memang penasaran apakah seseorang ini followers-nya banyak yang BOT atau tidak, maka telaten saja membuka semua followersnya. Kadang ada yang di-scroll ke bawah langsung ketauan, kadang ada yang harus berkali-kali scroll ke bawah baru ketauan.

PS: Jika ada yang memiliki info lebih, please share!

Urgent: Selamatkan Binatang dan Komunitasnya

Saya menulis ini setelah mendapat kabar: komunitas X tidak jadi diundang dalam sebuah pertemuan para komunitas penyelamat binatang dengan salah satu calon DKI 1. Alasannya karena ada yang tidak setuju komunitas X diundang. Ini bukan hal baru yang pernah saya dengar dan hadapi dalam menyelamatkan binatang.

Memang belum genap setahun saya mengikuti perjalanan para penyelamat binatang di Indonesia ini, tapi saya sudah sering mendapat cerita atau bahkan mengalami sendiri bagaimana menyelamatkan binatang itu semakin sulit dengan adanya ketegangan antar komunitasnya. Bukan hal baru saya mendengar masalah ini.

Komunitas A tidak suka dengan komunitas B karena alasan prinsip. Komunitas Y tidak suka dengan komunitas Z karena masalah sumbangan. X mempermasalahkan siapa yang paling dahulu menangani sebuah kasus penyelamatan binatang dan mendapat nama. Z heran kenapa si X mau menolong si Y dalam kasus penyelamatan binatang, padahal mungkin yang akan mendapat nama di media si Y. Komunitas Q meminta komunitas A mengubah namanya karena selalu dikira sama oleh media. 2 komunitas penyelamat binatang yang selalu curhat kepada saya mengeluhkan satu sama lain. Bahkan 2 penyelamat binatang yang selalu saya idolakan, Z dan X,  memutuskan hubungan persahabatan merekadan terpecah menjadi 2 komunitas.

Apakah kita perlu selalu diingatkan bahwa tujuan utama kita berkumpul hanya satu dan sama yaitu untuk menyelamatkan binatang? Dari semua manusia di dunia ini, paling tidak para penyelamat binatang (dari komunitas dan dengan prinsip apapun mereka) tetap sahabat kita karena kita memiliki tujuan yang sama. Rasanya saya ingin mendatangi para penyelamat binatang dan meminta, "please, selamatkan binatang dan diri kita sendiri. Para binatang tidak membutuhkan kita yang terpecah belah memikirkan prinsip dan nama, tapi membutuhkan kita bersatu untuk menyelamatkan mereka sekarang dan ke depannya."

Sejujurnya, saya sangat berduka.

Fitnah Anti JIL Kepada Saya

Setelah mengikuti diskusi Anti JIL di Fisipol UGM 8 Juni 2012 itu, saya langsung mendapat berbagai fitnah dari para Anti JIL. Justru fitnah itu pertama kali muncul dari si pembicara pertama, dia memfitnah livetwit saya hanya menceritakan dirinya membahas soal tweet orang JIL saja. Mereka heboh maki-maki saya yang katanya tidak adil. Padahal isi livetwit saya tidak hanya itu.

Kemudian ada seorang wanita, yang sejak kasus di LKiS Mei lalu terus mentions saya di Twitter, juga turut memfitnah saya. Dia memfitnah: "Dian Paramita penghina Nabi Muhammad SAW" karena saya menyebarkan surat Muhammad kepada biarawan ini. Wanita itu juga memfitnah saya membela JIL karena saya ingin mendapat beasiswa dari JIL. Fitnah ini muncul karena dalam diskusi siang 8 Juni 2012 di Fisipol UGM itu saya membela JIL dan malamnya saya ngobrol dengan Budiman Sudjatmiko di Twitter tentang beasiswa di Inggris. Wanita itu menilik timeline saya dan setelah membaca obrolan saya tentang beasiswa itu, dia langsung mengasumsikan saya membela JIL karena ingin mendapat beasiswa dari JIL!

Mungkin wanita ini mengira semua tindakan manusia itu selalu bersifat transaksional. Dia mengira semua orang tidak pernah tulus jika membela sesuatu. Dia kira jika seseorang membela sesuatu itu untuk kepentingan dan keuntungan pribadinya. Dia kira saya membela Irshad Mandji karena saya lesbi, saya membela Lady Gaga karena saya fans beratnya, saya membela JIL karena saya butuh beasiswanya. Dia kira semua yang saya lakukan selalu untuk kepentingan saya pribadi. Dia perlu tau, tak semua manusia berpikiran selicik dan sepicik itu. Dia perlu tau, banyak sekali manusia yang membela orang lain dengan tulus, tanpa mengharapkan imbalan apapun. Dia perlu tau dan menghentikan fitnah-fitnahnya.

Bahkan dulu setelah kasus penyerangan MMI di diskusi Irshad Manji LKiS Mei lalu, livetweet dan keesaksian saya yang mengatakan pager dijebol, makanan diinjak-injak, kaca perpus dipecahi, teman saya dipukuli mereka sebut ngibul. Mereka memfitnah saya ngibul karena kesaksian teman mereka dari anggota MMI berbeda dengan kesaksian saya. Sehari kemudian Sultan Hamengkubuono X ikut mengomentari kejadian ini dan akhirnya mereka diam tak lagi menyebut saya ngibul. (:

Baru-baru ini fitnah lain dari para Anti JIL juga muncul, antara lain mereka katakan Tuhan saya adalah $ alias uang. Mentions yang mengganggu saya terus datang hingga hari ini. Selain memfitnah, mereka juga memaki atau mengejek. Jika saya katakan mereka telah memfitnah dan memaki, mereka sebut saya lebay dan meminta bukti. Hahaha. Tentu saja bukti ada. Semua fitnah dan cacian mereka sudah saya capture dan simpan. Hanya saja, untuk apa meladeni mereka? Jika ada yang ingin melihat buktinya, saya perlihatkan secara langsung. Saya tidak mau publish buktinya dan membuat mereka terkenal lewat akun Twitter dan blog saya ini.

Ada yang menasehati saya untuk bersabar, didiamkan saja. Memang saya sudah mendiamkan mereka. Tapi mereka masih tetap saja mentions saya. Setiap hari. Semua tweet saya dikomentari. Bahkan tweet teman-teman yang me-mentions saya ikut dikomentari. Twit fitnah-fitnah mereka banyak di-retweet (RT) dan ditambahi komentar kasar. Semua memenuhi timeline saya. Membalas tweet mereka itu sama seperti berkelahi dengan monster yang jika lehernya dipotong justru akan tumbuh 3 leher baru. Membalas tweet mereka akan berujung pada pengroyokan mentions. Ada yang ikut mendebat, ikut memaki, atau ikut RT dan CC. Ada beberapa akun mereka yang setiap hari mengganggu saya. Tidak ada satupun tweet dia yang saya balas. Tapi tetap menganggu saya. Justru pernah ada yang setiap hari memaki dan mengganggu saya. Tak satupun ada yang saya balas. Malah tiba-tiba dia bilang sudah alergi dengan saya. Yang ganggu sapa, yang alergi sapa. Heheaheu.

Apakah mereka layak di-block? Sangat layak. Banyak yang menyarankan saya untuk mem-block mereka. Tapi perlu diketahui, kalo mereka di-block, mereka akan foto bukti di-block dan memamerkannya di diskusi-diskusi Anti JIL lainnya. Bangga di-block, merasa menang debat. Padahal yang mereka lakukan bukan debat, tetapi mengganggu. Berdebat itu seharusnya sopan, menghormati lawan debat, menggunakan argumentasi yang relevan, dan tetap stick pada topik. Tetapi mereka sebaliknya. Mereka sering melantur keluar dari topik, menggunakan kata-kata kasar, personal attacking dengan memaki kehidupan pribadi saya, hingga memfitnah. Mem-block mereka juga membuat saya tidak lagi bisa membaca fitnah-fitnahnya dan mendoakan mereka. (:  

Apa yang bisa saya lakukan? Ini senjata saya yang paling ampuh: percaya Allah. Karena itu saya percaya Dia akan selalu melindungi saya dari setan, akan selalu mengingatkan saya untuk bersabar, dan akan selalu memberi keadilan yang terbaik untuk umatnya yang mencintai-Nya dengan tulus. Dengan mempercayai-Nya, hati saya menjadi damai.

Diskusi Anti Jaringan Islam Liberal di Fisipol UGM 8 Juni 2012

Diskusi ini dilaksanakan pada tanggal 8 Juni 2012 lalu. Saat itu blog saya sedang direnovasi sehingga saya tak sempat posting. Tapi sudah saya tulis dan sekarang baru sempat saya postingkan.
Saya tau ada diskusi ini dari tweet seseorang di Twitter. Saya merasa saya harus bertemu anggota Anti Jaringan Islam Liberal (JIL) dan mendengarkan apa yang akan mereka sampaikan. Acara dijadwalkan pukul 13.00 WIB. Namun karena saya harus bimbingan skripsi dulu, sehingga saya datang terlambat. Kurang lebih setengah jam saya melewatkan diskusinya.


Lokasi diskusi di kampus Fisipol UGM. Terlihat 2 orang di depan kelas, satu moderator, satunya pembicara sedang berbicara dengan bantuan Power Point-nya. Saya langsung masuk kelas, duduk paling depan, dan mendengarkan sambil update live tweet. Saat membuka Twitter, ada sebuah tweet dari entah siapa yang CC ke saya isinya: "Dian Paramita udah dateng nih..."


Pembicara pertama saya nggak tau namanya, tapi saya tau Twitter-nya (karena setelah itu dia mentions saya melulu). Dari situ saya tau nama dia Aspin. Saat saya datang itu, dia sedang menunjukkan fatwa haram dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap pluralisme yang merujuk pada suatu ayat Al Quran. Setelah itu dia menyalahkan orang yang tidak sesuai Islam, yaitu JIL. Dia menunjukkan Surat Al Kahfa 20, yang inti isinya tentang barang siapa yang tidak sesuai Islam, maka akan masuk neraka. Dia menunjukkan foto-foto tweet orang JIL yang menurutnya menghina Islam. Dia juga sempat curhat kalo orang JIL suka mem-block mereka sampai menunjukkan foto-foto account orang JIL yang mem-block dia. Katanya, "orang JIL itu katanya membela perbedaan pendapat, tapi kalo kita debat trus kita di-block. Omongan orang JIL itu ga sesuai tindakan." Dia mengeluhkan tentang orang JIL yang beranggapan Tuhan tak perlu dibela, tetapi manusialah yang perlu dibela. Dia tidak paham logika JIL itu.


Sesi kedua, hadir seorang ustad yang juga datang terlambat. Saya berusaha mencari inti omongannya, tapi tak berhasil. Beberapa kali si ustad hanya mengulang perkataan pembicara pertama. Sehingga tidak saya tulis ulang disini.


Saat sesi pertanyaan, ada 3 penanya termasuk saya. 1 penanya dengan suara yang sangat pelan bertanya tentang Islam, 1 penanya dari mahasiswa Katolik mengeluhkan tentang definisi pluralisme dari MUI dan Anti JIL yang mendiskreditkan agama lain. Dan saya bertanya cukup banyak, berikut pertanyaan saya:
  1. "Kita hidup di Indonesia yang bukan negara Islam. Ada agama selain Islam. Kalo mengharamkan pluralisme, trus gimana? Mau apa?" Dia jawab, "bahwa kita boleh menghargai agama lain tapi tetap Islam itu di atas agama lain karena Islam itu ekslusif." Tadinya saya mau jawab lagi, "baru satu agama merasa paling eksklusif aja Indonesia jadi seperti ini, gimana kalo kelimanya merasa eksklusif sepertimu?" Tapi saya tidak diberi kesempatan, pembicara pertama menolak saya debat dengan memberi isyarat tangan "tunggu" tapi kemudian saya tetap tidak diberi waktu.
  2. "Kenapa kalian harus sibuk menyalahkan orang lain tidak sesuai Islam jika Allah saja sudah menjanjikan neraka seperti pada Surat Al Kahfa 20 yang Anda sampaikan tadi?" Ini tidak dijawab.
  3. "Toh kalo ada orang yang melakukan dosa, apa ruginya Anda?" Ini juga tidak dijawab. Tapi dia melantur sampai ke penolakan Irshad Manji & Lady Gaga. Katanya, "wajar kalo sebagai tuan rumah saya tidak suka tamunya, saya boleh menolak tamu datang." Dia lupa, tuan rumah negara ini tidak hanya dia dan teman-temannya. Lagi-lagi saya tidak diberi kesempatan mendebat. Dia memberikan isyarat tangan "tunggu" lagi tapi saya tetap tidak diberi waktu.
  4. Mereka anggap omongan JIL tidak sesuai tindakan karena katanya JIL membela kebebasan berpendapat tetapi suka mem-block. Menanggapi itu, saya katakan di depan peserta, "bagaimana tidak orang JIL tidak mem-block mereka-mereka ini? Lha wong isi tweetnya saja memaki-maki. Saya ya, Mbak-Mas, sejak kasus di LKiS Mei lalu, tiap hari dalam sejam bisa tuh puluhan mentions saya isinya cuma ngatain saya, 'goblok, bego, otaknya rusak, kalo ga pake kerudung jangan berani ngomongin Islam.' Mungkin orang JIL sudah tidak tahan membaca caci-makian itu jadi di-block. Mereka layak di-block kalo isi tweet-nya seperti itu. Itu bukan kebebasan berpendapat namanya. Tapi kalo saya, mereka tidak saya block, saya mau liat sampai seberapa hebohnya mereka mencaci saya." Pembicara pertama tersenyum malu, lalu mengaku, sudah sering menegur temannya yang suka memaki tidak sesuai substansi. Dia juga sempat bilang, "mungkin kita sering counter ya Mbak di Twitter" Hahaha. Saling counter gimana, saya saja tidak pernah bales twit dia yang, maaf, nggak jelas itu. Sampai sekarang dia hanya suka RT tweet temannya yang sedang mentions saya dengan "Hahahaha" saja. Itu sesuau substansi?
  5. Saya bacakan mereka surat Nabi Muhammad SAW untuk biarawan Kristen yang Muhammad membela Kristen. Saya dapat surat tersebut dari Kompas disini. Lagi-lagi tidak ditanggapi.
  6. Menanggapi dia yang tidak paham mengapa orang JIL membela yang lemah, bukan Tuhan, saya katakan, "karena Tuhan itu default-nya sudah benar, sangat suci, tak perlu dibela lagi. Maka yang perlu dibela yang lemah, yang butuh bantuan kita yang lebih kuat ini." Lalu dia jawab yang dia cintai akan akan dia bela. Dia menganalogikan cinta kepada istrinya, kalo istrinya dicolek tentu dia bela. Saya tidak habis pikir, cinta terhadap Tuhan dia dianalogikan cinta terhadap istri?


Di akhir acara pembicara pertama bilang kalo Islam mengkafirkan agama lain, sama seperti Katolik mengkafirkan Islam. Langsung si mahasiswa Katolik membantah tegas, "itu tidak benar! Dalam agama saya, Katolik, tidak ada kita mengkafirkan Islam! Jadi mohon dikoreksi, itu tidak benar!" Dari situ saya menjadi curiga, jangan-jangan definisi "pluralisme" menurut mereka berbeda dengan definisi aslinya. Maka saya juga sempat menanyakan lagi apa definisi "pluralisme" menurut mereka, tapi si ustad menjawab enteng, "baca saja di buku." Saya katakan padanya, "saya sudah bosen, tiap tanya kepada kalian disuruhnya baca di buku. Saya tu tanyanya kepada Anda, bukan pada buku. Kalo memang kalian punya jawabannya, jawab sendiri, jangan suruh saya cari sendiri di buku. Itu kalo memang kalian punya jawabannya." Butuh beberapa saat sampai dia akhirnya menjawab bahwa definisi "pluralisme" menurut mereka berarti semua agama sama. Padahal menurutnya dan pembicara pertama, agama Islam tidak sama dengan agama lain karena Islam paling tinggi derajatnya.


MC pun menyetop paksa perdebatan kami karena waktu sudah habis. Tapi tiba-tiba dari kursi bagian belakang ada mahasiswa berteriak, "saya cuma mau tanya satu hal aja! Kalo Anda mengharamkan pluralisme hanya karena satu ayat itu saja, LALU DIMANA KEADILANNYA?!" Suasana sedikit tegang tapi kemudian ditutup. Pembicara pertama maupun si ustad tidak menjawab pertanyaan itu. Overall, dari 4 peserta yang ikut bersuara dalam sesi tanya-jawab, 3 menentang keras kedua pembicara. Di luar kelas saya bertemu dengan beberapa mahasiswa yang tadi di dalam diskusi, salah satunya ketua acara diskusi mingguan di Fisipol UGM tersebut. Mereka mengatakan inti diskusi dari Anti JIL sangat provokatif tetapi mereka setuju diskusi semacam ini harus terus dilakukan. Mahasiswa-mahasiswa itu berencana akan membuat lagi tetapi dengan 2 sumber yang lebih seimbang. Siang itu sangat cerah dan Fisipol UGM tak mampu dipengaruhi Anti JIL.


PS: Setelah saya pulang, muncul berbagai fitnah dari Anti JIL. Bisa dibaca di postingan saya disini.

TwitRadio #3: 3 Akun Teman Puasa

Tadi dari jam 21.00 hingga 23.00 WIB, walau suara hampir hilang dan batuk-batuk melulu, saya tetap semangat on air di #TwitRadio di Unisi 104.5 FM. Acara ini sudah yang ke-3 dan seperti biasa saya sebagai guest host-nya! Sebelum masuk pada acara, saya menceritakan 3 topik terheboh di Twitter, antara lain:

  1. Penembakan di premiere Batman The Dark Knight Rises. - Tadinya nama pelaku penembakan, James Holmes, menjadi trending topic (TT) dunia tapi diprotes salah satu keluarga korban untuk tidak membuat namanya terkenal. Lalu nama Holmes hilang dari TT - Twitter korban meninggal di penembakan massal adalah Jessica Ghawi dan Alex Sullivan. - Tweet terakhir Jessica Ghawi: “@jessespector MOVIE DOESN'T START FOR 20 MINUTES" - Tweet terakhir Alex Sullivan: “#TheDarkKnightRises @Reel_Nerds oh man one hour till the movie and its going to be the best BIRTHDAY ever” - Juni lalu, Jessica sempat selamat dalam kasus serupa di Toronto. Tapi sayangnya dalam kasus penembakan bulan ini, nyawanya harus pergi.
  2. Foto hoax kasus kerusuhan antara umat muslim Rohingya dan umat Buddhist yang ada di Burma (Myanmar). Dalam foto itu banyak mayat bergelimpangan dan ada umat Budha berjalan mengelilinginya. Padahal itu adalah foto umat Buddhist di Tibet membantu evakuasi mayat pasca terjadinya gempa di Cina tahun 2010 lalu.
  3. "mEdh bUka pUaSa eAaa cEmenH-cEmenQuHHhhh" menjadi TT setelah @radityadika tweet kalimat itu menjelang berbuka puasa wilayah Jakarta. Sempat ada seorang dari German @alexlehm katakan: “mEdh bUka pUaSa eAaa cEmenH-cEmenQuHHhhh" has to be one of the longest trending keywords ever (plus I don't know what it means)

Setelah itu, kita masuk ke acara utama! Tema #TwitRadio kali ini berhubungan dengan puasa. Bulan ini bulan puasa kita dan tepat juga dengan bulan libur! TV kadang membosankan, mau pergi bingung ngapain, pengennya tidur-tiduran aja. Tapi sambil tiduran enaknya ngapain? Nge-tweet! Nah saya menemukan 3 akun Twitter yang pas banget untuk menemani kita berpuasa, maka tema kita kali ini "3 Akun Teman Puasa".

Bintang tamu kita khusus untuk tema ini antara lain @GardaSatwa, @GenkSahur (a.k.a @GenkBatal), dan @abugetdotcom. Dari @GardaSatwa diwakili oleh @tidvrberjalan dan @Nongki__, dari @GenkSahur diwakilkan oleh @argamoja, @ikramarki_, @SAGABdibalik, dan @abugetdotcom diwakili oleh @inestjokro dan khusus Rindra via telp. Rame bangetttt! Senangnya! Yeyeyey! Berikut beberapa info dan kesimpulan dari pembicaraan kita tadi:

  1. @GardaSatwa adalah akun khusus untuk kita yang peduli pada kesejahteraan binatang. Akun ini mengajak kita untuk berfikir bahwa kita tidak hidup sendiri, yaitu para hewan. Mereka menceritakan kisah rescue stray animals, true sotry rumah jagal warung makan daging anjing di Indonesia, dan beberapa cerita tentang sadisnya pelatihan topeng monyet. Akun ini dilatar belakangi oleh organisasi yang bernama sama dan sudah tercatat secara hukum. Yang ingin gabung dan tanya-tanya bisa langsung mention mereka, atau buka website-nya, atau bahkan add pin BB-nya di 25848CDE. (:
  2. @GenkSahur adalah akun khusus mengajak kita untuk rame-rame nge-tweet tentang sahur kita sambil menunggu sahur. Tidak hanya itu, akun ini memiliki kegiatan sahur bareng yaitu menggrebek kos-kosan atau kontrakan kamu untuk dianterin makanan sahur! Wow! Akun ini juga akan menawarkan beberapa kuis dengan hadiah menarik! Bahkan katanya nanti makanannya ada KFC! Maklum mereka disponsori oleh sebuah provider sehingga dermawan. Hohoho. Tapi mereka membuat saingan sendiri yaitu akun bernama @GenkBatal. Isinya ngajak batal puasa. Hahaha. Yang mau ikutan, follow them dan ikuti kegiatannya!
  3. @abugetdotcom adalah akun khusus video games lover! Pecinta video games sejati ternyata tidak hanya menikmati permainan, tapi juga detail gambar dan lagunya. Katanya Ines, mereka sudah agak sebel dengan games jaman sekarang yang gitu-gitu aja. Padahal dulu banyak yang tema, gambar, dan lagu-lagunya masterpiece. Sehingga akun ini lebih sebagai wadah nostalgia bagi para gamers pada game lawas yang indah-indah itu.

Thank you for listening! (;

PS: Saya on air #TwitRadio setiap Senin, pukul 21.00 hingga 23.00 WIB di Unisi 104.5 FM. Untuk streaming bisa di Jogja Streamers, Nux Radio, atau Tune In. Untuk Blackberry launcher bisa di http://bb.unisifm.com :)

Sincere Condolences For The Dark Night Rises Premiere Victims

I was never afraid to die, but I often think about death. Where am I going to die? What causes my death? This thought never stops every day.

Mass shootings in Colorado July 20th 2012, made me more believe that life is so difficult because we easily could die anytime, anywhere, even with any ridiculous reasons. Just watching a movie in the theaters, we could have met death and dying on the spot. Horrifying, of course.

But more horrifying to those who have left behind. They still have to move on and deal with the sadness. What a terrible loss, to that I say the sincerest condolences. I'm sure the victims are already happy meeting God up there in a place called peace.

So often I have found myself taking it for granted. Every hug from a family member. Every laugh we share with friends. Even the times of solitude are all blessings. Every second of every day is a gift. 

- one of the victim, Jessica Ghawi (1988-2012).

Sincere Condolences For The Dark Night Rises Premiere Victims

I was never afraid to die, but I often think about death. Where am I going to die? What causes my death? This thought never stops every day.

Mass shootings in Colorado July 20th 2012, made me more believe that life is so difficult because we easily could die anytime, anywhere, even with any ridiculous reasons. Just watching a movie in the theaters, we could have met death and dying on the spot. Horrifying, of course.

But more horrifying to those who have left behind. They still have to move on and deal with the sadness. What a terrible loss, to that I say the sincerest condolences. I'm sure the victims are already happy meeting God up there in a place called peace.

So often I have found myself taking it for granted. Every hug from a family member. Every laugh we share with friends. Even the times of solitude are all blessings. Every second of every day is a gift. 

- one of the victim, Jessica Ghawi (1988-2012).

TwitRadio #2: Menjaga Keamanan Akun Twitter

Tadi kesempatan saya yang ke-2 menjadi guest host dalam acara #TwitRadio di Unisi 104.5 FM. Kali ini tema acara kita "Menjaga Keamanan Akun Twitter". Awalnya tema kita "Hack Twitter" tapi kita ubah karena takut dikira mau ngajarin caranya nge-hack akun orang lain. Hehehe. Latar belakang saya mengangkat tema ini karena pada 6 Mei 2010 akun Twitter saya, @missmimit, adalah salah satu korban pembajakan. Saat itu followers saya sekitar 600-an. Walau sedikit, jaman itu saya sudah bangga banget. Jadi rasanya sangat kehilangan saat seseorang membajak akun saya lalu unfollow seluruh following dan yang paling menyedihkan, mem-block seluruh 600-an followers saya. Heart taking! Hiks. Seminggu kemudian akun saya dikembalikan oleh Twitter, tapi semua sudah terlambat. Hari itu juga Facebook page saya juga dibajak, namun beberapa menit kemudian langsung kembali walau seluruh fotonya dihilangkan si hacker. |: Setahun kemudian blog saya ini juga dibajak, bahkan 2 kali. Bah, saya kok jadi langganan para hacker ya. |:

Saya mengundang Bernard Batubara sebagai salah salah satu korban pembajakan Twitter dan Bernad Satriani sebagai mantan hacker. Keduanya bersedia saya ajak ngobrol mengenai pengalamannya dibajak dan membajak serta tips dan trick dari mereka untuk menghindari akun kita dibajak. Berikut beberapa kesimpulan pembahasa kita tadi:

  1. Beberapa bulan yang lalu akun Twitter pertama Benzbara yang @Benzbara dibajak. Modusnya si pembajak adalah mengirimi email yang mirip sekali dari Twitter dan menawarkan Bara Verified Account asalkan dia bersedia menjawab beberapa pertanyaan. Sayangnya saat ditanyai password Twitter-nya, dengan lugu Bara menjawabnya dan beberapa menit kemudian akunnya yang memiliki followers 7,000-an itu dibajak. Huhuhu. Namun no need to worry, si empu akun @RadioGalau itu sekarang sudah move on dan sekarang followers-nya sudah mencapai 14,000-an! Wow!
  2. Sebagai mantan hacker, Bernad mengatakan modus hacker yang membajak akun Twitter saya dan Bara adalah phising, yaitu mengirimi email yang mirip Twitter sehingga kita percaya untuk memberi password kita. Kata Bernad, siapapun bisa dengan mudah mengirimi email dari twitter.com. Waduh. Tinggal meniru layout email-nya Twitter saja, mengirim dari twitter.com, lalu menipu calon korban. Nah kata Bara, untuk memastikan sebuah email itu benar dari Twitter, kita coba reply email mereka dan pastikan alamat email itu masih tetap dari twitter.com. Kalo tidak, maka perlu dicurigai.
  3. Bernad menambahkan, modus lain yang dipakai hacker adalah mengkorek kehidupan kita melalui pembicaraan santai yang sebetulnya mengkorek jawaban pada sequrity question akun Twitter kita. Jadi buatlah sequrity question kita yang sulit dengan jawaban yang tidak masuk akal sekalian agar tidak mudah dikorek-korek. Begitu juga dengan password, sebaiknya yang panjang dan mengandung angka.
  4. Bernad memberi tips agar tidak membuka link yang sering kita dapat melalu direct message (DM) Twitter. Jika sangat penasaran dengan link itu, maka bukalah dari browser lain,selain browser yang sedang kita pakai untuk mengakses akun Twitter kita. Jadi kalo kita sedang membuka Twitter kita di browser Chrome, maka copy paste saja link-nya dan buka link-nya di browser Firefox.

Thank you for listening! (;

PS: Saya on air #TwitRadio setiap Senin, pukul 21.00 hingga 23.00 WIB di Unisi 104.5 FM. Untuk streaming bisa di Jogja StreamersNux Radio, atau Tune In. Untuk Blackberry launcher bisa di http://bb.unisifm.com :)

Awal Kemenangan Jaman Ini


Foto dari sini.
Apakah ada sebuah perjuangan tanpa proses dan dalam waktu yang singkat? Untuk lepas dari kerjasama raja Indonesia dengan penjajah Belanda yang merugikan rakyat, Indonesia perlu waktu 350 tahun. Belum lagi perjuangan bebas dari penjajah-penjajah lain, termasuk Soeharto dan kroni-kroninya. Nenek moyang kita telah banyak merelakan hidupnya demi sebuah perjuangan yang akhirnya kita rasakan kenikmatannya hari ini. Butuh pengorbanan dan waktu. Sebuah proses yang sangat mulia.
Namun di jaman ini pun kita memiliki masalah baru, penjajah baru: partai. Dengan memanfaatkan topeng "wakil rakyat", mereka bermain sendiri untuk kepentingan mereka sendiri. Menggandeng seseorang yang baik untuk diletakkan pada jabatan vital sebagai tameng mereka melakukan kegiatan yang merugikan rakyat. Tak bisa selamanya rakyat Indonesia diperlakukan seperti ini. Sama seperti tak selamanya rakyat Indonesia mau dijajah Belanda, Inggris, Spanyol, Jepang, maupun Soeharto. Meniru nenek moyang, kita harus berjuang melawannya. Perjuangan itu adalah memiliki pemimpin yang independen, tanpa partai. Terpilihnya pemimpin independen membuat partai tak bisa banyak mencampuri kepemimpinannya, sembunyi di baliknya, merugikan rakyatnya. Pemimpin independen bergerak bebas untuk kepentingan rakyat. Jika dalam masa jabatannya pemimpin independen merugikan rakyat, ia akan jatuh karena baik partai maupun rakyat tak ada yang mendukungnya. Sebuah hubungan saling membutuhkan antara pemimpin dan rakyatnya. Konsep kepemimpinan yang dibutuhkan Indonesia jaman ini.
11 Juli 2012 kemarin pasangan cagub dan cawagub independen DKI Jakarta berhasil meraih awal kemenangan atas perjuangannya. Walau tidak meraih posisi teratas, namun mereka berhasil meraih peringkat di atas pasangan yang didukung 17 partai termasuk partai besar Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Bagaimana mungkin pasangan yang didukung sekian banyak partai senior dikalahkan oleh pasangan baru yang independen? Kenyataannya bisa. Kenyataannya rakyat mampu membuatnya mungkin. Rakyat bersama-sama telah menunjukkan bahwa soon mereka bisa bebas dari partai yang menjajah pemimpinnya. Rakyat bersama-sama menggertak. Inilah perjuangan baru. Inilah awal kemenangan jaman ini.
Malam setelah pengumuman quick count cagub-cawagub DKI Jakarta kemarin, seseorang menghina pasangan independen tersebut. Bahwa pasangan independen kalah, seharusnya para pendukungnya malu. Dia merasa lebih hebat karena calon dukungannya menang sementara calon dukungan orang lain kalah. Dia tak tahu, bahwa perjuangan ini bukan hanya untuk kemenangan hari ini saja. Perjuangan ini untuk kemenangan jangka panjang yang membutuhkan proses untuk mencapainya. 11 Juli 2012 kemarin rakyat sudah mencapai awal kemenangannya. And we wont give up.

 

Untuk Menyelamatkan Ibukota, Saya Dukung Faisal Basri

Tak harus menjadi superhero, jaman sekarang masing-masing dari kita bisa menyelamatkan ibukota dengan sebuah kekuatan sederhana, yaitu bersuara. 11 Juli 2012 besok nasib Jakarta ditentukan oleh warganya yang bersuara. Akan menjadi konyol jika kita memiliki kekuatan bersuara, namun memilih golput, membuang kesempatan menyelematkan ibukota dengan sia-sia. Padahal turut bersuara artinya memiliki kesempatan memilih pemimpin terbaik untuk kita. Walaupun seluruh pilihan itu buruk, paling tidak kita telah memilih yang terbaik, bukan justru memberi kesempatan yang terburuk dari yang terburuk untuk menang. Akhirnya kita sendiri yang merugi. Muncul banyak pertanyaan serupa: tapi jika dipaksa memilih, mereka akan asal memilih, hasilnya sama saja mereka bisa memilih yang terburuk? Maka jawabannya: jangan asal pilih! Jika setiap hari mengeluhkan Jakarta macet, seharusnya kita turut berusaha menguranginya, yaitu dengan memilih pemimpin yang terbaik untuk mengatasinya. Memilih bukan sekedar datang lalu mencoblos kertas. Memilih adalah proses yang dalam. Kita perlu mengeluarkan tenaga untuk mengetahui isi setiap calon pemimpin, sehingga kita memiliki bekal keyakinan siapa yang paling pantas memimpin kita. Bekal keyakinan memilih pemimpin itu ada dua, yang pertama adalah track record-nya. Ada 2 calon gubernur DKI yang sudah terbukti memiliki track record hebat, berintegritas kuat. Yang pertama adalah calon gubernur (cagub) yang sebelumnya pernah memimpin sebuah kota. Banyak teman mencintai sosok beliau. Sosok yang akhir-akhir ini sering masuk berita sebagai sosok pemimpin yang sederhana dan memperjuangkan produksi dalam negri. Beliau juga telah berhasil menyelamatkan pedagang lokal dari serbuan mini market ternama. Beliau memang sosok yang berhasil dan dicintai.

Yang kedua adalah Faisal Basri. Wimar Witoelar pernah memberi testimoni, "Faisal Basri lebih konsepsional sebagai ekonom. Ekonomi yang dijalankan secara konsepsional tidak bisa memberi toleransi kepada korupsi." Ini benar. Tahun 2003, beliau sudah berani mengatakan jika Miranda Goeltom terpilih menjadi Gubernur Bank Indonesia, maka akan menjadi bencana nasional, seperti pada berita disini. Walau Miranda adalah gurunya, beliau tidak peduli. "Miranda itu guru saya. Tetapi karena urusannya menyangkut negara, nggak ada urusan," katanya seperti dalam berita disini. Di tahun 2010, walaupun dicaci-maki oleh Anggota Pansus Centurygate, Faisal Basri tetap tegas mengatakan bailout dari Sri Mulyani itu langkah terbaik, seperti pada berita disini. Untuk seseorang yang sudah dikelilingi dengan urusan politik, menjadi tegas itu sulit. Perlu jiwa yang percaya diri dan tidak memikirkan dirinya sendiri untuk bisa teguh mengkritik yang salah dan kuat membela yang benar. Integritas ini dimiliki Faisal Basri.

Akan tetapi jangan lupakan bekal kedua dalam memilih pemimpin, yaitu latar belakangnya.  Siapa yang mendukungnya? Siapa yang mendanainya? Bagaimana efek dukungan itu setelah dirinya terpilih? Ada seorang cagub yang memiliki track record baik namun latar belakangnya didukung oleh partai dan bahkan oleh seseorang yang terkait dengan kasus pelanggaran HAM. Siapa yang bisa menjamin sebuah partai atau sekelompok orang tidak meminta timbal balik atas dukungannya? Meresahkan jika lagi-lagi cagub yang didukung oleh partai akan berhutang budi pada partai itu, pada kelompok tertentu. Ini akan berdampak pada kebijakan-kebijakan yang menguntungkan lingkaran mereka sendiri, bukan rakyat secara keseluruhan. Sebuah kontrak politik di atas kehidupan rakyat. Kenyataan ini ironis. Jika semua calon pemimpin didukung oleh partai dan sekelompok orang, maka Jakarta seperti tak ada harapan.

Harapan Jakarta adalah memiliki pemimpin yang komplit. Bekal integritas calon tidak cukup. Kita juga perlu menilik integritas pendukung dibaliknya. Kemudian sebuah berita muncul, "Faisal Basri maju sebagai calon gubernur DKI independen, bukan dari partai." Hey Jakarta, kamu masih punya harapan! Harapan untuk tidak tergantung pada partai atau seseorang yang banyak duit namun punya sejarah kelam. Karena calon independen berangkat dari dukungan rakyat, yang hanya akan berhutang pada rakyat. Apakah gubernur independen sudah pasti tergantung pada rakyat dan tidak akan melupakannya? Tentu, karena hanya rakyatlah massa yang akan selalu mendukungnya. Bukan partai, bukan DPRD, bukan segelintir orang kaya. Hanya rakyat. Ia tak mungkin melupakan rakyat, tumpuan kepemimpinannya.

Sekali lagi, kita tak harus menjadi superhero untuk bisa menyelamatkan ibukota. Cukup menggunakan kekuatan kita, yaitu bersuara. 11 Juli 2012 besok nasib Jakarta ditentukan oleh warganya yang bersuara. Keluarkan tenaga untuk mengetahui setiap isi calon pemimpin kita. Tidak hanya sosok pemimpinnya yang menjadi bekal dalam memilih, tetapi juga latar belakang pendukungnya. Kita harus berusaha memastikan pilihan kita yang terbaik dari yang lain. Karena usaha kita berujung pada perbaikan kehidupan kita sendiri nantinya.

Saya bukan warga Jakarta. KTP saya Sleman. Beberapa orang Jakarta memandang saya sinis karena saya mencampuri urusan warga Jakarta. Bahkan seorang teman bertanya pada saya, "KTP mu tu manaaa? Ngapain ikut-ikut dukung Faisal Basri!" Sounds right but wrong. Salah kah kita, warga luar Jakarta, ikut membahas atau bahkan mendukung seorang cagub DKI besok? Tidak. Jakarta sebagai ibukota negara adalah pusat politik dan ekonomi negara. Maka kebijakan dan perubahan politik maupun ekonomi yang terjadi di Jakarta akan berdampak di kota lain. Di kota saya dan kota-kota lainnya. Maka menjadi kewajiban kita semua untuk turut mencampuri masa depan Jakarta. Jangan suruh kita duduk manis, berdiam diri, tak berbuat apapun untuk ibukota saat sebenarnya kita memiliki suara dan media untuk turut berbuat sesuatu memperbaikinya. Diam adalah kemunduran. Lebih baik buka mata dan gunakan kekuatan kita bersuara dengan bijak, karena misi kita sama: memperbaiki ibukota negara tercinta, Jakarta.

Terkait: